Sunday, July 7, 2019

SIM, 14, Sahnaz Alfyn Ferdina, Hapzi Ali, Mengelola Sumber Daya Informasi (SDI), Universitas Mercu Buana, 2019

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Materi Minggu 14 SIM: Mengelola Sumber Daya Informasi (SDI)



Sahnaz Alfyn Ferdina
41818010027
Sistem Informasi
Dosen : Prof. Dr. Hapzi Ali, Ir, CMA, MM, MPM


1.     Rhenald Kasali dalam Kompas.Com mengungkapkan bahwa terdapat 5 (lima) hal penting dalam disrupsi yaitu :
  • Disrupsi berakibat terhadap penghematan banyak biaya melalui proses bisnis yang menjadi lebih simpel.
  • Disrupsi membuat kualitas apapun yang dihasilkannya lebih baik daripada sebelumnya.
  • Disrupsi berpotensi menciptakan pasar baru, atau membuat mereka yang selama ini ter-eksklusi menjadi ter-inklusi. Membuat pasar yang selama ini tertutup menjadi terbuka.
  • Produk/jasa hasil disrupsi ini harus lebih mudah diakses atau dijangkau oleh para penggunanya. Seperti juga layanan ojek atau taksi online, atau layanan perbankan dan termasuk financial technology, semua kini tersedia di dalam genggaman, dalam smartphone.
  • Disrupsi membuat segala sesuatu kini menjadi serba smart. Lebih pintar, lebih menghemat waktu dan lebih akurat.
Dalam ilmu strategic management, sebenarnya disrupsi adalah hal yang biasa dalam dunia bisnis. Pada dasarnya disrupsi adalah perubahan yang terjadi pada lingkungan bisnis yang secara alami memang selalu berubah dan dinamis. Dari zaman dahulu disrupsi sudah terjadi, dan kejadiannya biasanya dikarenakan oleh terciptanya teknologi yang membuat proses bisnis lebih efektif dan efisien  dibandingkan dengan proses sebelumnya.

Hal-hal yang tidak sama lagi dengan sebelumnya sehingga membutuhkan cara-cara baru untuk dapat menakkukannya.
Minimal, ada 3 hal yang harus dipahami telah berubah :
1.       Pasar yang baru
Disruption pada akhirnya mencptakan suatu dunia baru: digital marketplace. Dunia baru tersebut menandakan bentuk pasar yang berubah. Dengan kata lain konsumen pun akan berpindah. Pasar tersebut tidak disadari dan tidak terlihat wujudnya. Memunculkan prasangka-prasangka. Sayangnya, banyak yang masih berusaha berkilah daripada berorientasi kepada konsumen tersebut dan menyesuaikan produk serta layanannya.
2.      Nasib yang berbeda
Dalam menghadapi pertarungan yang kompetitif, akan selalu ada akhir yang berbeda bagi masing-masing pemain. Perubahan-perubahan yang terjadi menuntut adanya inovasi. Tanpa hal tersebut, yang lebih inovatif akan mengalahkan, bahkan menggantikan yang terdahulu. Sehingga, dalam sejarah disruption akan ada akhir yang berbeda. Maka, inovasi yang berkelanjutan adalah kunci.
3.      Bersaing dengan business model
Ada yang berubah dalam melakukan pemasaran ketika sudah memasuki era disrupsi. Kini, pertarungannya pun tidak sesederhana hanya sekadar produk. Melainkan mencakup pada model bisnis (business model). Produk bisa saja sama, tetapi apabila model bisnisnya dapat menarik hati konsumen, maka sudah barang tentu nyata siapa yang menjadi pemenang. Misalnya saja keduanya sama-sama berupa swalayan, namun karena model bisnis yang berbeda, maka salah satunya yang akan memenangkannya.

Berikut adalah 7 (tujuh) cara yang dapat dilakukan oleh bisnis dalam menghadapi era disrupsi ini agar bisnis tidak kehilangan pelanggannya atau bahkan mati : 
1) Trend Watching 
2) Research
3) Risk Management
4) Inovation
5) Switching
6) Partnership
7) Change Management

2.     Membangun Disaster Recovery Center (DRC)
Membangun DRC  adalah cara yang umum dilakukan untuk mengantisipasi risiko kegagalan sistem dalam melayani user. Tetapi DRC ini bisa diumpakan sebagai ban serep mobil jika ban utama dari mobil tersebut sering bermasalah maka seringnya pergantian ban makan tidak akan cukup merepotkan.
Membangun datacenter utama yang tahan terhadap dampak risiko operasional adalah pendekatan yang sangat disarankan. Tetapi membangun datacenter seperti ini memerlukan investasi yang sangat besar.
Pertanyaan adalah bagaimana memiliki datacenter yang mampu menghadapi dampak risiko operasional dengan biaya yang dapat disesuaikan dengan kemampuan keuangan dan skala bisnis dari perusahaan. Caranya adalah dengan menggunakan layanan cloud dari cloud service provider yang secara otomatis mengalihkan / mentransfer risiko operasional teknologi informasi dari suatu perusahaan ke perusahaan penyedia jasa layanan cloud.


Daftar Pustaka :

SIM, 13, Sahnaz Alfyn Ferdina, Hapzi Ali, Keamanan Informasi dan Implikasi Etis Pemanfaatan IT, Universitas Mercu Buana, 2019

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


SIM Minggu 13: Keamanan Informasi dan Implikasi Etis Pemanfaatan IT


Sahnaz Alfyn Ferdina
41818010027
Sistem Informasi
Dosen : Prof. Dr. Hapzi Ali, Ir, CMA, MM, MPM


Menurut G. J. Simsons, keamanan informasi adalah bagaimana kita dapat mencegah penipuan, atau paling tidak mendeteksi adanya penipuan di sebuah sistem yang berbasis informasi, dimana informasinya sendiri tidak memiliki arti fisik.

Berikut kerugian yang ditimbulkan akibat kurang penerapan keamanan :
  • hitung kerugian apabila sistem informasi tidak bekerja selama 1 jam, 1 hari, 1 minggu, 1 bulan.
  • hitung kerugian apabila ada kesalahan informasi pada sistem informasi (data).
  • hitung kerugian apabila ada data hilang.

Tujuan keamanan informasi :
  • Kerahasiaan. Perusahaan mencari cara untuk melindungi data dan informasinya dari penggunaan yang tidak semestinya oleh orang-orang yang tidak memiliki otoritas menggunakannya.
  • Ketersediaan. Tujuan dibangunnya infrastruktur informasi perusahaan adalah supaya data dan informasi perusahaan tersedia bagi pihak-pihak yang memiliki otoritas untuk menggunakannya.
  • Integritas. Seluruh sistem informasi harus memberikan/menyediakan gambaran yang akurat mengenai sistem fisik yang mereka wakili.

Aktifitas2 yang berhubungan dengan pengamanan sumber daya informasi disebut dengan Manajemen Pengamanan Informasi (information security management-BCM), sedangkan kegiatan pengamanan sumber daya informasi perusahaan setelah terjadi bencana disebut Manajemen Kangsungan Bisnis (business continuity management-BCM). Pegawai yang berada dalam organisasi ini disebut bagian keamanan sistem informasi perusahaan (corporate information systems security officer-CISCO).

Ancaman :
Ancaman Internal dan Eksternal
Ketidaksengajaan dan Kesengajaan

Resiko :
Pengungkapan dan Pencurian
Penggunaan secara tidak sah
pengrusakan secara tidak sah dan penolakan pelayanan
modifikasi secara tidak sah




STUDI KASUS BANK BCA :

Menurut saya dengan adanya kejadian tersebut, bank BCA harus mempunyai sistem yang mengharuskan pengguna memverifikasi akun melalui kode OTP terlebih dahulu. Dan ada baiknya bank BCA mendaftarkan seligus varian nama domain untuk mencegah agar variasi nama perusahaan atau lembaga tidak dicatut orang lain. karena situs klikbca.com sangatlah krusial dengan ancaman keamanan nasabah dalam melakukan transaksi perbankan.



Daftar Pustaka :

Modul SIM minggu 13, https://elearning.mercubuana.ac.id/pluginfile.php/162093/mod_resource/content/1/13-10.%20Modul%20SIM%20SI%2C%20Keamanan%20SI%20%20Implikasi%20Etis%20TI.pdf (30 Juni 2019, jam 20.34)

Sunday, June 30, 2019

SIM, 12, Sahnaz Alfyn Ferdina, Hapzi Ali, Sistem Informasi Global, Universitas Mercu Buana, 2019

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


Materi SIM  minggu 12: Sistem Informasi Global


Sahnaz Alfyn Ferdina
41818010027
Sistem Informasi
Dosen : Prof. Dr. Hapzi Ali, Ir, CMA, MM, MPM

1.      Jelaskan langkah-langkah seorang sistem analys dalam membangun sistem informasi global
  • Dari segi Perusahaan tersebut harus bisa mendukung keputusan global yang kompleks. Hal ini dilakukan agar analis tersebut dapat menentukan apa yang terbaik untuk perusahaan tersebut.
  • Mengetahui cakupan, variasi dan kekuatan dari lingkungan perusahaan multinasional tersebut
  • Mengerti strategi bisnis global dari tiap unit bisnis
  • Mengembangkan suatu model data global yang mendukung tujuan bisnis global
  • Mengelola konflik dan resiko politik dari perusahaan tersebut
  • Menerapkan standar data yang akan diterapkan dan meneliti peraturan negara tujuan untuk mengetahui pembatasan atas pengolahan data dan transaksi
  • Menganalisa kebutuhan sistem tersebut secara keseluruhan untuk mengetahui apa yang dibutuhkan contoh ringkasnya seperti untuk memasarkan produk secara global
  • Mendesign bentuk sistem tersebut. Karena sistem informasi tersebut nantinya akan berskala global, seorang analis sistem harus dapat mendesign sistem tersebut agar mudah dipahami
  • Mendesign bentuk proses bisnis, database dan pemrograman
  • Mengembangankan dan membangun sistem tersebut sesuai dengan informasi yang sudah dianalisis tersebut
  • Menentukan sumber daya informasi yang diperlukan sesuai kebutuhan system
  • Menentukan jumlah dan lokasi pusat data regional
  • Menentukan spesifikasi standar untuk kebutuhan hardware dan software yang digunakan.
  • Memberikan training untuk semua cabang anak perusahaan ketika implementasi system

2.      Apa dampak positif atau negatif dari sistem informasi global
  • Dampak positif dari Sistem Informasi Global salah satunya untuk perusahaan multinasional (Contohnya seperti PT. Pertamina) adalah :
  1. Dapat menambah penanaman modal asing
  2. Menambah financial negara karena ada penanaman modal asing tersebut
  3. Menambah sumber daya, mau itu dari segi sumber daya manusia atau sumber-sumber financial
  4. Membangun perusahaan domestik untuk dapat bekerja sama secara global
  • Dampak Positif dari Sistem Informasi Global untuk Pemetaan dan Learning Global
  1. Menambah wawasan kita lebih luas
  2. Dapat mengetahui alamat atau direksi tempat secara langsung, live, worldwide tanpa interupsi
  3. Menambah sumber informasi dari segala penjuru dunia
  • Dampak Negatif dari Sistem Informasi Global secara keseluruhan
  1. Pembobolan data yang tidak diinginkan
  2. Pembatasan dalam pemrosesan data yang menyebabkan data tidak dapat langsung diproses
  3. Kendala perbedaan budaya dan bahasa menyebabkan orang tidak terlalu berminat untuk membaca atau melihat data atau informasi tersebut (dari segi learning global)
  4. Penglacakan suatu tempat secara ilegal dan tidak diinginkan yang dapat dijadikan kejahatan seperti penculikan, perampokan dll.


Daftar Referensi
Namira Jasmine, 2017 (23 Juni 2019, Jam 20.10)

SIM, 11, Sahnaz Alfyn Ferdina, Hapzi Ali, Dukungan SIM terhadap Kualitas Produk dan Jasa, Universitas Mercu Buana, 2019


SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

SIM Minggu 11: Dukungan SIM terhadap Kualitas Produk dan Jasa



Sahnaz Alfyn Ferdina
41818010027
Sistem Informasi
Dosen : Prof. Dr. Hapzi Ali, Ir, CMA, MM, MPM

1.  Dimensi Kualitas Produk
  •          Kinerja
  •          Features
  •          Keandalan
  •          Kesesuaian
  •          Daya tahan
  •          Kemudahan perbaikan
  •          Keindahan
  •          Persepsi terhadap kualitas


2.  Dimensi Kualitas Jasa
  •          Berwujud
  •          Keandalan
  •          Responsif
  •          Kepastian
  •          Empaty


3.  Contoh :
Agar suatu perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan lain dalam memperkenalkan produk barang maupun jasa yang dimilikinya kepada konsumen diberbagai belahan dunia, maka dibutuhkan suatu sistem informasi yang tepat agar dapat memberikan petunjuk aktual tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh setiap komponen dalam perusahaan tersebut. Sistem informasi yang tepat, tentunya akan menghasilkan informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya. Informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya tersebut sangat diperlukan dalam rangka pengambilan keputusan keputusan strategis perusahaan untuk dapat semakin maju dan bersaing di lingkungan yang penuh gejolak ini.
Penerapan Sistem Informasi Akuntansi berbasis komputer misalnya, merupakan salah satu alternatif jawaban yang tepat jika pihak manajemen menginginkan suatu sumber informasi yang dapat menghasilkan masukan sesuai yang diinginkannya.




Daftar Pustaka :
Modul SIM Hapzi Ali, https://elearning.mercubuana.ac.id/pluginfile.php/146614/mod_resource/content/1/11-10.%20Modul%20SIM%20SI%2C%20Kualitas%20Produk%20dan%20Jasa.pdf, (2 Juni 2019, jam 22.40)

SIM, 10, Sahnaz Alfyn Ferdina, Hapzi Ali, Model System Umum Perusahaan, Universitas Mercu Buana, 2019


SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


SIM Minggu 10: Model System Umum Perusahaan


Sahnaz Alfyn Ferdina
41818010027
Sistem Informasi
Dosen : Prof. Dr. Hapzi Ali, Ir, CMA, MM, MPM


Model Sistem Umum pada perusahaan adalah penyederhanaan objek yang terdiri dari berbagai jenis model yang digunakan oleh perusahaan, serta kegunaan dari model itu sendiri yang mempengaruhi kegiatan managemen dan oprasional perusahaan sehingga dapat membantu dalam mempermudah pengertian, komunikasi, dan memperkirakan kebutuhan di masa depan.

Yang biasa digunakan oleh perusahaan adalah model sistem informasi fisik dan konseptual. Dan pendekatan sistem adalah sebagai perwujudan manajer dalam pengambilan keputusan dan memecahkan masalah pada perusahaan tersebut.
  1. Sistem Fisik merupakan sistem terbuka yang berhubungan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya fisik.
  2. Sistem Konseptual adalah sistem yang menggunakan sumber daya konseptual untuk mewakili suatu sistem fisik, yang dituangkan sebagai gambaran dari pemikiran manajer, sebagai angka atau tulisan pada selembar kertas atau bahkan dalam bentuk elektronik beruba file.
Tahapan pemecahan masalah dengan menggunakan pendekatan sistematis :
  • Usaha persiapan
  • Usaha definisi
  • Usaha solusi

Daftar Pustaka

SIM, 9, Sahnaz Alfyn Ferdina, Hapzi Ali, Decision Support System (DSS), Universitas Mercu Buana, 2019


SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


SIM Minggu 9: Decision Support System (DSS)



Sahnaz Alfyn Ferdina
41818010027
Sistem Informasi
Dosen : Prof. Dr. Hapzi Ali, Ir, CMA, MM, MPM


       Metode Pemilihan supplier yang sudah dikenal ada cukup banyak. Teori-teori yang berkaitan dengan pemilihan supplier juga sudah banyak terdapat di Internet maupun jurnal dan buku. Metode pemilihan supplier yang dikenal sampai saat ini yaitu metode categorical, metode weight point, metode cost ratio, dan metode Analytical Hierarcy Process (AHP). Pada PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memilih menggunakan metode AHP (Analytical Hierarcy Process).



       Tahapan yang dilakukan dalam metode AHP antara lain sebagai berikut. Pertama, mendefinisikan masalah dan menentukan solusi yang diinginkan. Kedua, membuat struktur hierarki yang diawali dengan tujuan utama. Ketiga, membuat matriks perbandingan berpasangan yang menggambarkan kontribusi relatif atau pengaruh setiap elemen terhadap tujuan atau kriteria yang setingkat di atasnya. Keempat, mendefinisikan perbandingan berpasangan sehingga memperoleh jumlah penilaian seluruhnya sebanyak n x [(n-1)/2] buah, dengan n adalah banyaknya elemen yang dibandingkan, Kelima, menghitung nilai eigen dan menguji konsistensinya. Keenam, mengulangi langkah 3, 4, dan 5 untuk seluruh tingkat hierarki. Ketujuh, menghitung vektor eigen dari setiap matriks perbandingan berpasangan. Kedelapan, memeriksa hasil dari konsistensi hierarki.

       Penggunaan DSS dengan metode AHP akan sangat membantu perusahaan dalam pemilihan supplier. Proses pemilihan dapat dilakukan dengan cepat dan sesuai dengan standar yang dibutuhkan perusahaan. Ditambah dengan Analisis Sensitivitas, hal itu sangat membantu dalam proses pencarian supplier yang sesuai dengan tujuan dari order. Dengan menggunakan ini maka ketersediaan part dapat berlangsung dengan baik dan mempunyai kualitas seperti yang diharapkan perusahaan; dan yang tidak kalah penting adalah harga dari part yang bersaing.


Daftar Pustaka 

SIM, 6, Sahnaz Alfyn Ferdina, Hapzi Ali, Hambatan dan Tantangan dalam Implementasi SIM , Universitas Mercu Buana, 2019


SITEM INFORMASI MANAJEMEN

SIM Minggu 6: Hambatan dan Tantangan dalam Implementasi SIM



Sahnaz Alfyn Ferdina
41818010027
Sistem Informasi
Dosen : Prof. Dr. Hapzi Ali, Ir, CMA, MM, MPM


        Implementasi yang merupakan terjemahan dari kata “implementation” berasal dari kata kerja “to implement” yang artinya untuk melaksanakan. Menurut Komaruddin dalam bukunya “Ensiklopedia manajemen”, Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah suatu pendekatan yang terorganisisr dan terencana untuk memberi eksekutif bantuan informasi yang tepat dan dapat memberikan kemudahan bagi proses manajemen. 

       Tujuan sistem informasi manajemen adalah untuk memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan atau dalam subunit organisasional perusahaan. SIM yang baik adalah SIM yang mampu menyeimbangkan biaya dan manfaat yang akan diperoleh artinya SIM akan menghemat biaya, meningkatkan pendapatan serta tak terukur yang muncul dari informasi yang sangat bermanfaat.

Peran sistem informasi manajemen di dalam organisasi ada lima, yaitu :
  1. Efisiensi
  2. Efektifitas
  3. Komunikasi
  4. Kolaborasi
  5. Kompetitif

Daftar Pustaka :

SIM, 5, Sahnaz Alfyn Ferdina, Hapzi Ali, Teknologi Untuk Manajemen Informasi , Universitas Mercu Buana, 2019

SITEM INFORMASI MANAJEMEN

Materi SIM Minggu 5: Teknologi Untuk Manajemen Informasi


Sahnaz Alfyn Ferdina
41818010027
Sistem Informasi
Dosen : Prof. Dr. Hapzi Ali, Ir, CMA, MM, MPM

         Teknologi informasi adalah kumpulan sumber daya informasi perusahaan, para penggunanya, serta manajemen yang menjalankannya; meliputi infrastruktur teknologi informasi dan semua sistem informasi lainnya dalam perusahaan. Infrastruktur teknologi informasi meliputi proses integrasi, operasi, dokumentasi, pemeliharaan, dan manajemennya (Rainer, Turban, 2006, p49).

Komponen Dasar Sistem Informasi
1.       Sumber Daya Data/Informasi
Data mengenai transaksi bisnis dan kegiatan lainnya harus ditangkap dan disiapkan untuk pemrosesan melalui aktivitas input.
2.       Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia ini meliputi pemakai akhir dan pakar sistem informasi.
3.       Sumber Daya Hardware
Hardware meliputi semua peralatan dan bahan fisik yang digunakan dalam pemrosesan informasi.
4.       Sumber Daya Software
Software meliputi semua rangkaian perintah pemrosesan informasi.

Daftar Pustaka :
Modul E-Learning Prof. Hapzi, 2019. https://elearning.mercubuana.ac.id/pluginfile.php/129172/mod_resource/content/1/5.%20Hapzi%20Ali%2C%20Modul%20SIM%2C%20Teknologi%20untuk%20MI%20%2C%202019.pdf, (7 April 2019, jam 20.40)

SIM, 4, Sahnaz Alfyn Ferdina, Hapzi Ali, Knowledge Management Dalam Organisasi , Universitas Mercu Buana, 2019

SITEM INFORMASI MANAJEMEN

SIM Minggu 4:  Knowledge Management Dalam Organisasi



Sahnaz Alfyn Ferdina
41818010027
Sistem Informasi
Dosen : Prof. Dr. Hapzi Ali, Ir, CMA, MM, MPM

      Knowledge Management adalah sebuah proses yang membantu organisasi dalam mengidentifikasi, memilih, mengorganisasikan, menyebarkan, dan memindahkan informasi penting dan pengalaman yang merupakan bagian dari organisasi. Knowldege management menjadi bidang yang penting dalam proses pembelajaran sebuah organisasi. Penge-tahuan yang dimiliki oleh organisasi harus mampu memberikan kemajuan bagi organisasi itu sendiri. Agar organisasi dapat bertahan hidup, maka diwajibkan agar setiap orang yang ada di dalam organisasi sharing penge-tahuan 

       Dalam konsep knowledge management, terdapat tahap-tahap yang harus dilakukan agar penerapan knowledge management menjadi efektif. Menurut Dalkir (2005), terdapat tiga tahapan utama dalam siklus knowledge management yang merupakan integrasi dari siklus-siklus knowledge management dari Meyer & Zack, Bukowitz & Williams, McElroy, dan Wiig yaitu knowledge capture and/or knowledge creation, knowledge sharing and dissemination, dan knowledge acquisition and application. Tahapan yang sangat penting dalam siklus knowledge management adalah knowledge sharing and dissemination. Menurut Bergeron (2003), knowledge sharing and dissemination merupakan pengiriman informasi dari satu orang atau tempat ke orang atau tempat lainnya. 

Kritik
Knowledge management memiliki banyak aspek yang harus diperhatikan untuk dapat dipertimbangkan penggunaannya pada perusahaan. Penerapan knowledge management pada perusahaan merupakan hal penting yang sebaiknya dilakukan oleh perusahaan. Namun dalam praktik nyatanya, penerapan konsep knowledge management pada perusahaan masih menghadapi hambatan yang dapat menghambat penggunaannya.



DAFTAR PUSTAKA
Prof Hapzi. Modul SIM Knowledge Management (https://elearning.mercubuana.ac.id/pluginfile.php/123121/mod_resource/content/1/4.%20Hapzi%20Ali%2C%20Modul%20SIM%2C%20Knowlegde%20Managemen%20dlm%20Org%2C%202019.pdf), (31 Maret 2019, jam 21.35)
Suparto, 2013. http://journal.binus.ac.id/index.php/comtech/article/download/2550/1957, (31 Maret 2019, jam 21.45)

SIM, 3, Sahnaz Alfyn Ferdina, Hapzi Ali, Analisis Kebutuhan Sistem Informasi bagi Organisasi , Universitas Mercu Buana, 2019


SITEM INFORMASI MANAJEMEN


Materi SIM Minggu 3: Analisis Kebutuhan Sistem Informasi bagi Organisasi



Sahnaz Alfyn Ferdina
41818010027
Sistem Informasi
Dosen : Prof. Dr. Hapzi Ali, Ir, CMA, MM, MPM



Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) adalah salah satu bagian dari ilmu komputer yang membuat komputer dapat melakukan pekerjaan seperti manusia/sebaik manusia. Contoh penelitian AI adalah pengendalian, perencanaan dan penjadwalan, kemampuan untuk menjawa diagnosa dan pertanyaan pelanggan, serta pengenalan tulisan tangan, suara dan wajah.

Tujuan dari AI/kecerdasan buatan :
1.    Membuat komputer lebih cerdas
2.    Mengerti tentang kecerdasan
3.    Membuat mesin lebih berguna

Analisa kebutuhan sistem informasi memiliki peran yang cukup besar dalam pengembangan suatu sistem karena merupakan titik awal yang menjadi acuan dari langkah-langkah selanjutnya. Kesalahan pada saat tahap analisa akan berdampak besar pada tahap-tahap selanjutnya sehingga memungkinkan terjadinya sistem yang cacat atau bahkan gagal. Karena itulah, kegiatan ini dengan terencana dan sebaik mungkin agar dapat menghasilkan spesifikasi kebutuhan yang sesuai dengan harapan stake holder, dan mampu membantu menangani permasalahan yang ada.

KRITIK ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM INFORMASI
1.    Pertama, pemahaman tentang kebutuhan sistem informasinya itu sendiri. Secara praktis, kebutuhan sistem informasi dapat diartikan sebagai kemampuan, syarat atau kriteria yang harus ada/dipenuhi oleh sistem informasi, sehingga apa yang diinginkan pemakai dari sistem informasi dapat diwujudkan.
2.    Kedua, perbedaan antara kebutuhan sistem informasi dengan kebutuhan perangkat lunak. Sistem informasi adalah sebuah sistem, maka pendefinisian kebutuhannya harus dilihat dalam konteks sistem pula. Sebagai contoh, misalkan gambar berikut merepresentasikan sebuah sistem informasi akademik.


DAFTAR PUSTAKA
2000, Artificial Intelligence and Soft Computing - Behavioral and Cognitive Modeling of the Human Brain - Amit Konar, (24 Maret 2019, jam 10.19)

SIM, 2, Sahnaz Alfyn Ferdina, Hapzi Ali, Siklus Hidup System & Pengembangan SI , Universitas Mercu Buana, 2019

SITEM INFORMASI MANAJEMEN

Materi Minggu 2 SIM: Siklus Hidup System & Pengembangan SI



Sahnaz Alfyn Ferdina
41818010027
Sistem Informasi
Dosen : Prof. Dr. Hapzi Ali, Ir, CMA, MM, MPM


Sistem dan Komponen Sistem Informasi PT. GOJEK

A. Sistem Informasi untuk Operasi Bisnis


    1. Transaction processing systems
Transaction processing systems(TPS) mencatat dan memproses data hasil dari transaksi bisnis, seperti penjualan, pembelian, dan perubahan persediaan. TPS menghasilkan berbagai informasi produk untuk penggunaan internal maupun eksternal. Sebagai contoh, TPS membuat pernyataan konsumen, cek gaji karyawan, kuitansi penjualan, order pembelian, formulir pajak dan rekening keuangan. TPS juga memperbaharui database yang digunakan perusahaan untuk diproses lebih lanjut oleh sistem informasi.
Analisa :

Sistem pembayaran Gojek masuk ke dalam Transaction Processing System, dimana sistem informasi berfungsi sebagai pengatur alur keluar masuknya transaksi yang terjadi di gojek. Transaksi disini termasuk dalam kalkulasi biaya perjalanan, penambahan gojek kredit apa bila pelanggan menambah jumlah depositnya dan juga pengurangan jumlah kredit karena digunakan untuk membayar layanan Gojek. Book order juga termasuk TPS, didalamnya terdapat pengumpulan informasi dari user seperti penentuan lokasi awal dan tujun, dan form lainnya.

    2.  Process Control Systems
Process control system (PCS) merupakan karakteristik dari sistem informasi yang menjaga proses kegiatan bisnis. Kegiatan bisnis yang berjalan harus seusai prosedur dan harus sesuai dengan langkah – langkah yang telah ditetapkan dari awal. 
Analisa :

Semua proses pemesanan / booking merupakan bagian dari sistem informasi dimana langkah yang dilakukan bertahap sesuai dengan SOP yang telah ditentukan. Ini merupakan fungsi dari Process control system.

    3.  Enterprise Collaboration System
Enterprise collaboration systems (ECS) adalah sistem informasi lintas fungsional untuk meningkatkan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi diantara anggota dari operasi bisnis. Sistem ini juga digunakan untuk keperluan koordinasi dan pertukaran informasi di internal perusahaan maupun dengan costumer. 
Analisa :

Untuk memudahkan koordinasi dan pertukaran informasi pada internal perusahaan, Gojek menghubungkan seluruh cabang di berbagai daerah kedalam suatu jaringan. Sedangkan untuk menciptakan kenyamanan costumer sendiri, Gojek memberikan informasi mengenai driver atau suksesor layanan lainya, baik nama, foto, begitu pula sebaliknya, driver megetahui nama serta no HP costumer, sehingga costumer dan driver bisa berkomunikasi secara langsung.

B. Sistem Informasi untuk Pengambilan Keputusan Manajemen

    1.  Management Information Systems
Management information systems (MIS) menyediakan laporan informasi bagi pihak manajemen. MIS dihasilkan dari data yang dihimpun dari operasi bisnis. MIS menyajikan  informasi yang detail dan rangkuman informasi pilihan. MIS berguna untuk efisiensi operasiona. 
Analisa :

Laporan data, Monitoring layanan dan Customer relationship management, adalah bentuk sistem informasi pada Go-Jek yang memudahkan pihak manajemen mendapatkan data khusus, misal statistik dan data pemesanan dan transaksi dari user, ataupun kinerja dari driver atau suksesor layanan lainnya.
   2.   Decision Support Systems
Decision support systems (DSS) merupakan langkah selanjutnya dari MIS dan TPS. DSS adalah sistem informasi yang menggunakan model keputusan dan data khusus untuk membantu proses pengambilan keputusan bagi manajemen. Gunanya untuk mendukung pihak manajemen untuk memecahkan masalah tertentu dengan tepat. 
Analisa :

Data khusus dalam sistem informasi yang didapat dari pengumpulan data sebelumnya menjadi acuan manajer Go-Jek sebagai bahan keputusan untuk memusatkan atau mengekspansi usaha, penentuan dan rekruitmen driver atau suksesor layanan baru, serta pengembangan layanan.

   3.   Executive Information Systems
Executive information systems (EIS) adalah tipe sistem informasi yang sesuai untuk kebutuhan informasi bagi manajemen eksekutif. Tujuannya menyediakan dengan akses yang mudah dan cepat, tentang informasi selektif faktor-faktor kunci dalam menjalankan tujuan strategis perusahaan bagi manajemen eksekutif. Kemudian memberikan kebijakan perusahaan secara umum atau kebijakan yang diperuntukan pada level di bawah, yang kemudian akan di terjemahkan lebih spesifik oleh level di bawahnya dalam sistem informasi. 
Analisa :

Dalam EIS, eksekutif Go-Jek memanfaatkan sistem informasi untuk menentukan kebijakan bagi peningkatan keseluruhan perusahaan, seperti Penawaran Saham Perdana atau IPO agar potensi pertumbuhan lebih cepat, menjalin kerjasama dengan perusahaan lainnya, serta menganalisa kompetitor dan membuat kebijakan agar dapat bersaing.

C. Komponen-komponen pada GOJEK

    1.  Perangkat Lunak 
Merupakan komponen yang memungkinkan hardware untuk memproses data melalui prosedur dan jaringan komunikasi yang sudah ditentukan.Go-Jek menawarkan perangkat lunak berupa aplikasi Android, IOS, dan juga Website. Sehingga user dapat terhubung dan memanfaatkan sistem informasi yang ada.
    2.  Perangkat Keras : 
Merupakan piranti-piranti fisik dimana perangkat lunak berada.Go-Jek menggunakan Smartphone sebagai perangkat keras yang nantinya dipasang berupa aplikasi Go-Jek oleh user.
    3.  People : 
Merupakan semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan, dan penggunaan data.
Dalam Go-Jek terdapat pihak-pihak sebagai berikut : Programmer, System Analyst, Administrator Database, Driver atau suksesor layanan lainnya, User / Penumpang, dan lain lain.
    4.  Basisdata / Data : 
Komponen informasi yang disimpan secara sistematik, sehingga dapat digunakan untuk menunjang kegiatan perusahaan.
Pada Go-Jek antara lain adalah data penumpang, data driver, koordinat lokasi, data Go-Pay, dan lain-lain.

    5.  Jaringan Komputer : 
Merupakan media yang menghubungkan seluruh komponen secara bersama.Go-Jek menggunakan jaringan internet, sehingga dapat menghubungkan pengguna atau klien dengan sistem informasi mereka yang berbasis cloud.

    6.  Prosedur : 
Sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan kesesuaian keluaran yang dikehendaki.Hal-hal yang menyangkut sistematika proses dalam aplikasi Go-Jek, seperti SOP Pemesanan, SOP Pembayaran, SOP Rekruitmen, dan lain-lain

DAFTAR PUSTAKA
Riyadlatin, 2016. https://datinnufus.wordpress.com/2016/10/30/penerapan-sistem-dan-teknologi-informasi-pada-go-jek/, (16 Maret 2019, jam 10.48)
Maitsa, 2017. https://www.slideshare.net/MaitsaAnggraini/analisis-penerapan-sistem-informasi-pada-pt-gojek-indonesia, (16 Maret 2019, jam 11.10)